Arisan Family 100 Dibongkar di Cirebon

Polresta Cirebon, Jawa Barat, mengungkap kasus dugaan penggelapan dana masyarakat hingga senilai Rp 34 miliar. Modus yang digunakan adalah arisan keluarga bertajuk F100-KOPMI (Family 100 dan Komunitas Pekerja Mandiri Indonesia). Selama beroperasi hampir satu tahun terakhir, atau mulai Juni 2016 hingga saat ini telah menjaring 310 peserta dari 47 cabang yang tersebar di Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Majalengka.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Jumat (17/3) membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Dia menjelaskan, pengurus Family 100 sudah merancang aksi merugikan masyarakat tersebut untuk keuntungan sepihak. Modusnya membuka layanan simpanan dana masyarakat dengan kedok arisan.

“Kami telah menetapkan tiga tersangka kasus tersebut. Saat ini tiga tersangka sudah diamankan di Mapolres Cirebon Kota dan dikenai pasal tindak pidana pencucian uang. Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing AT sebagai Kepala Unit Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, serta EH dan DP. Aktivitas Family 100 diketahui telah menjaring 310 peserta dengan 47 cabang di Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Majalengka,” ungkapnya.

Warga umumnya tergiur iming-iming dalam jangka waktu 14 hari akan diberi keuntungan 70% dari jumlah dana yang disimpan. Keuntungan itu akan diberikan bersamaan dengan pengembalian dana simpanan tersebut. Hal itu membuat animo masyarakat meningkat sehingga sejak 5 Juli-10 November 2016 melalui kantor pusat Family 100 dan 47 kantor unit, telah berhasil menerima simpanan dana dari warga rata-rata Rp 275 juta per hari.

Warga yang menjadi peserta arisan yang menyimpan dananya diberikan tanda bukti penerimaan berupa kuitansi dan lembaran donasi Family 100, dengan tanggal penerimaan dan pencairan tertera di dalamnya. “Untuk mengembalikan dana simpanan milik peserta lama yang telah jatuh tempo berikut pemberian keuntungan, digunakanlah dana simpanan milik nasabah baru. Begitu seterusnya, ibarat gali lubang tutup lubang,” kata Kapolres.

Total dana simpanan yang diterima mencapai Rp 34,062 miliar. Dana simpanan ditampung pada rekening bersama di Bank Sinarmas atas nama Yuyun Wahyuni dan Endang Hermanto. Selain itu, dana juga ditempatkan pada rekening pribadi di Bank Central Asia atas nama Endang Hermanto.

Dalam perjalanannya, aktivitasnya macet karena tak ada lagi yang setor. Dari total Rp 34 miliar, dana tersisa yang disita sebagai barang bukti hanya Rp 800.000.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota Galih Wardhani menambahkan, sejauh ini telah ada 47 orang yang melaporkan kerugian akibat Family 100. “Aktivitasnya juga tak berizin,” tegasnya.

Salah seorang tersangka, AT, di hadapan petugas mengatakan, dari setiap nasabah yang menyetorkan dana, dirinya memperoleh fee 5%. “Penyetor paling tinggi nilainya Rp 10 juta,” ungkapnya.

 

sumber : http://www.beritasatu.com/ekonomi/419995-arisan-family-100-dibongkar-di-cirebon.htmlhttp://www.beritasatu.com/ekonomi/419995-arisan-family-100-dibongkar-di-cirebon.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *